
Pada tanggal 25 Oktober 2009, YABES yang bekerjasama dengan Agromania dan Evergreen mengadakan Penyuluhan di Desa Pujiarjo, Dampit. Penyuluhan kepada petani, terutama petani padi, jagung dan tebu. Penyuluhan tersebut terdiri atas satu team dengan tiga orang pembicara. YABES yang dipimpin oleh Ibu Christine Ivonnella, menggandeng Bapak Ibnu sebagai moderator dan Bapak Dr. Ir. Hariyadi, MP sebagai pembicara materi “Pengembangan Methoda Padi IIRI (Indonesia Inovasi Ridho Ilahi)”, sedangkan Ibu Christine Ivonnella sebagai pembicara materi “Pupuk Organik”. Acara yang diselenggarakan pada pukul 14.00 WIB tersebut dihadiri sekitar 50 peserta dari kelompok tani desa setempat.
Hal yang melatarbelakangi kegiatan ini salah satunya yaitu sosialisasi atas program pemerintah yang menyatakan bahwa tahun 2010 produksi dan subsidi pupuk kimia akan di hentikan dan subsidi pupuk organik telah dimulai sejak pertengahan tahun 2009. Namun banyak petani yang belum memahami sebabnya dan cara pemakaian pupuk organik yang benar dan bagaimana dapat menghasilkan panen yang lebih baik dalam kwantitas dan kwalitasnya, sehingga ditakutkan pertaian dan peternakan di Indonesia akan krisis. Menurut hasil riset Badan Pangan dunia, pada tahun 2013 akan terjadi krisis pangan dunia, maka badan pangan dunia meghimbau Indonesia untuk dapat meningkatkan hasil panen komuditas pangan supaya dapat menyediakan 50% kebutuhan pangan dunia.

Di samping materi yang diberikan oleh tim penyuluh kepada para petani, praktek lapangan pun juga diberikan. Para petani diberikan arahan oleh Ibu Christine dalam pembuatan pupuk organik. Mulai dari bahan hingga proses pembuatannya. Kegiatan ini mendapat respon yang sangat baik, hal ini terlihat dari antusias warga dalam mengajukan pertanyaan yang berkaitan tentang pengolahan tanah, manfaat pupuk organik hingga proses pembuatan. Akan tetapi Ibu Christine memberi saran, petani hendaknya lebih fokus dalam pengolahan lahan dan perkembangan hasil panen. Untuk pupuk dan nutrisi, dapat diperoleh dari tim penyuluh dan apabila dikehendaki, di daerah tersebut dapat dibangun depo.