Panen Sayur Organik di YABES

Yabes, tanggal 7 November 2009 panen sayur Sawi dan Slada kriting organik.

Leave a comment »

Potensi Pasar Organik

Media organik Inggris menulis bahwa di Asia penjualan produk organik meningkat 20% setiap tahunnya. Beijing melaporkan, penjualan sayuran organik di supermarket setempat meningkat tajam menjadi 88% dalam kurun waktu 12 bulan sejak November 2006. Uganda mencatat, 50 petaninya sebagai petani yang telah disertifikasi organik hingga menjadikan negeri itu sebagai produsen pertanian organik terbesar di Afrika. Sementara jumlah perusahaan eksportir produk organik di negeri tersebut meningkat dari lima perusahaan pada tahun 2001 menjadi 22 perusahaan di akhir 2005.

Jika dicermati, volume perdagangan produk organik di Indonesia masih rendah meskipun beberapa produk tanaman organik, seperti beras dan sayuran organik, mulai muncul di berbagai pasar swalayan di kota-kota besar. Bahkan, beberapa produk organik, seperti kopi organik, mulai diekspor ke berbagai negara, seperti Belanda, Amerika, dan Jepang. Khusus untuk produk kopi, sebenarnya Indonesia sudah lama dikenal sebagai eksportir kopi gayo organik yang sangat terkenal di dunia. Saat ini terdapat empat belas kelompok tani kopi organik yang beranggotakan sekitar 1.900 petani dan bergabung dalam Persatuan Petani Kopi Gayo Organik (PPKGO).

Komoditas perkebunan, termasuk rempah, sangat diminati negara-negara maju. Menurut sejarah pun, Indonesia dijajah Belanda dan Portugis karena kaya akan rempah dan produk perkebunan lainnya. Oleh karena itu, apabila 10% saja komoditas perkebunan ini dikelola secara organik untuk memenuhi permintaan pasar dunia, tentu akan memberikan sumbangan devisa yang cukup besar karena premium yang diperoleh dari produk organik ini akan berlipat ganda karena dihargai dengan kurs valuta asing. Selain kopi, beberapa produk perkebunan, seperti jambu mete dan vanili organik, juga diminati masyarakat Eropa.

Penggunaan pupuk

Salah satu alasan pentingnya pengembangan pertanian organik adalah persoalan kerusakan lahan pertanian yang semakin parah. Penggunaan pupuk kimia yang terus-menerus menjadi penyebab menurunnya kesuburan lahan bila tidak diimbangi dengan penggunaan pupuk organik dan pupuk hayati.

Hasil penelitian LPT menunjukkan bahwa 79% tanah sawah di Indonesia memiliki bahan organik (BO) yang sangat rendah. Kondisi ini bermakna bahwa sawah di Indonesia sudah sangat miskin, bahkan bisa dikatakan sakit, sehingga tidak hanya membutuhkan makanan (pupuk kimia), namun juga memerlukan penyembuhan. Cara penyembuhan adalah dengan menambahkan BO yang telah diolah menjadi pupuk organik sehingga tanah dapat menjadi lebih sehat dengan kandungan BO yang lebih tinggi. Untuk meningkatkan kandungan BO, dibutuhkan tambahan bahan-bahan organik (pupuk organik) berkisar 5-10 ton/ha. Meskipun demikian, peningkatan BO pada setiap hektare tanah sawah dapat dilakukan secara bertahap dengan memberikan asupan pupuk organik pada kisaran 3-5 ton.

Potensi Pasar

Potensi pasar pupuk organik di Indonesia sangat tinggi, baik untuk tanaman pangan maupun tanaman hortikultura. Dari hasil penelitian Puslittanah tentang status C-organik lahan sawah di Indonesia, terutama di daerah Sumatra Barat, Sumatra Selatan, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan, NTB, dan Sulawesi Selatan menunjukkan bahwa potensi kebutuhan pupuk organik yang sangat besar.

Untuk tanaman pangan di daerah-daerah tersebut, dengan luas lahan sekitar 5,9 juta hektare, membutuhkan sekitar 3 juta ton, sedangkan untuk tanaman hortikultura dengan luas lahan sekitar 94.000 hektare membutuhkan pupuk organik 190.000 ton. Sementara serapan pupuk organik untuk kedua jenis tanaman tersebut baru mencapai 624.000 ton.

Baru sekitar 10% petani di Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sumatra Barat, dan Sumatra Selatan yang menggunakan pupuk organik secara intens. Dengan kondisi Indonesia yang memiliki potensi lahan pertanian yang sangat luas sekitar 107 juta hektare dan potensi bahan baku untuk pupuk organik dalam jumlah yang sangat besar, antara lain bersumber dari limbah pertanian, limbah industri, limbah peternakan, sampah kota, dan rumah tangga, sangat disayangkan ketika produk-produk pertanian organiknya lebih banyak jalan di tempat. Padahal, pasar di luar sana sudah menanti.***

Penulis: Direktur Eksekutif Golden Institute, alumnus Chulalongkorn University Thailand.

Sumber: Harian Pikiran Rakyat, Senin 23 Februari 2009

(http://www.ahmadheryawan.com/opini-media/ekonomi-bisnis/1992-potensi-pasar-produk-pertanian-organik.html)

Leave a comment »

Manfaat Pertanian Organik

Sejumlah keuntungan yang dapat dipetik dari pengembangan pertanian organik adalah, antara lain:

1. Kesehatan

  • Menghasilkan makanan yang cukup, aman dan bergizi sehingga meningkatkan kesehatan masyarakat. Data menunjukkan bahwa praktek pertanian organik mampu meningkatkan hasil sayuran hingga 75% dibanding pertanian konvensional. Disamping itu, produk pertanian organik juga mempunyai kandungan vitamin C,  kalium, dan beta karoten yang lebih tinggi.
  • Menciptakan lingkungan kerja yang aman dan sehat bagi petani, karena petani akan terhindar dari paparan (exposure) polusi yang diakibatkan oleh digunakannya bahan kimia sintetik dalam produksi pertanian.
  • Meminimalkan semua bentuk polusi yang dihasilkan dari kegiatan pertanian. Karena pertanian organik: (1) Menghindari penggunaan bahan kimia sintetis dan (2) Memanfaatkan limbah kegiatan pertanian seperti kotoran ternak dan jerami sebagai pupuk kompos.

2. Lingkungan

a. Kualitas Tanah

Dalam pertanian organik peningkatan kesuburan tanah dilakukan tanpa menggunakan pupuk kimia sintetis. Sebagai gantinya digunakan  teknik – teknik sebagai berikut :

  • Rotasi tanaman secara tepat,  mixed cropping dan integrasi tanaman dengan ternak.
  • Meningkatkan populasi mikroorganisme tanah melalui penggunaan pupuk organik.
  • Meminimalkan pengolahan tanah yang mengganggu aktivitas biota tanah.
  • Menjaga tanah selalu tertutup dengan mulsa organik.
  • Menghindari pengolahan tanah yang berlebihan pada tanah yang miring untuk  mencegah erosi.
  • Menggunakan tanaman dalam strip dan tumpang sari.
  • Menghindari penggembalaan yang berlebihan.
  • Tidak menggunakan bahan kimia sintetis yang meracuni mikroorganisme tanah dan merusak struktur tanah.

b. Penghematan energi

Hasil studi menunjukkan bahwa sistem produksi organik hanya menggunakan 50–80% energi minyak untuk menghasilkan setiap unit pangan dibandingkan dengan sistem produksi pertanian konvensional. Namun demikian, ini tidak berlaku untuk semua sistem produksi sayuran dan buah-buahan.

c. Kualitas Air

Penjagaan kualitas air merupakan upaya yang sangat penting dalam sistem pertanian lestari  (sustainable agriculture system). Kenyataan menunjukkan bahwa polusi air tanah (groundwater) dan air muka tanah (surface water) oleh nitrat dan fosfat menjadi hal yang umum terjadi di kawasan pertanian. Residu pupuk dan pestisida sintetis serta bakteri penyebab penyakit seperti Escherichia Coli juga seringkali terdeteksi di sistem perairan.

d. Kualitas Udara

Pertanian organik terbukti mampu meminimalkan perubahan iklim global. Dalam pertanian organik tidak menggunakan pupuk nitrogen sintetis sehingga tidak ada emisi nitrogen oksida dari pupuk buatan tersebut. Penggunaan minyak bumi juga lebih rendah sehingga menurunkan emisi gas karbon dioksida. Lebih penting lagi, pertanian organik menyediakan penampungan (sink) untuk karbon dioksida melalui peningkatan kandungan bahan organik di tanah serta penutupan permukaan tanah dengan tanaman penutup tanah.

e. Pengelolaan Limbah

Praktek pertanian organik mengurangi jumlah limbah melalui daur ulang limbah menjadi pupuk organik. Kotoran ternak, jerami dan limbah pertanian lainnya yang selama ini dianggap limbah, justru menjadi bahan yang mempunyai nilai sebagai sumber nutrisi dan bahan organik bagi pertanian organik.

f. Keanekaragaman Hayati

Pertanian organik tidak hanya menghindari penggunaan pestisida sintetis, namun juga mampu menciptakan keanekaragaman hayati. Praktek seperti rotasi pertanaman, tumpang sari serta pengolahan tanah konservasi merupakan hal-hal yang mampu meningkatkan keanekaragaman hayati dengan menyediakan habitat yang sehat bagi banyak spesies mulai dari jamur mikroskopis hingga binatang besar

(http://www.smallcrab.com/forex/1-makemoney/638-manfaat-pertanian-organik-)

Leave a comment »

Jual Buah dan Sayur Organik

Brosur gantung

Leave a comment »

APA ITU PERTANIAN ORGANIK ?

APA ITU PERTANIAN ORGANIK ?
Pertanian organik adalah sistem produksi pertanian yang holistik dan terpadu, dengan cara mengoptimalkan kesehatan dan produktivitas agro-ekosistem secara alami, sehingga menghasilkan pangan dan serat yang cukup, berkualitas, dan
berkelanjutan.
PUPUK ORGANIK
Pupuk organik adalah pupuk yang berasal dari bahan-bahan organik seperti pangkasan daun tanaman, kotoran ternak, sisa tanaman, dan sampah organik yang telah dikomposkan.

PENGELOLAAN KESUBURAN TANAH

Untuk mencukupi kebutuhan hara tanaman, maka upaya peningkatan kesuburan tanah secara alami melalui daur ulang nutrisi tanaman, harus dioptimalkan dengan mengandalkan perbaikan aktivitas biologis, serta fisik dan kimia tanah dengan prinsip:

  1. Mengembalikan hara atau nutrisi yang terangkut panen dengan menambahkan pupuk organik dari berbagai sumber (pangkasan tanaman, pupuk kandang), secara periodik ke dalam tanah baik dalam bentuk segar atau kompos,
  2. Mengembalikan sisa-sisa panen serta serasah ke lahan untuk mengembalikan hara terangkut tanaman,
  3. Menanam tanaman legum sebagai tanaman pagar (hedgerow) yang bermanfaat sebagai sumber pupuk organik, pakan ternak, dan di sisi lain berfungsi sebagai perangkap inang/predator,
  4. Mengintegrasikan ternak dalam kebun organik, selain kotoran yang dihasilkan digunakan sebagai pupuk, daging ternak dapat dikonsumsi sebagai produk daging organik,
  5. Menambahkan bahan amelioran alami seperti kapur dan fosfat alam, bila terjadi kahat hara Ca dan P pada tanah yang tidak dapat diatasi dengan pupuk organik,
  6. Menyediakan air yang cukup dan bebas kontaminasi bahan agrokimia.

FAKTOR-FAKTOR PENDUKUNG PERTANIAN ORGANIK

Teknologi budidaya sayuran organik

  1. Benih tidak boleh berasal dari produk hasilrekayasa genetika atau Genetically Modified Organism (GMO). Sebaiknya benih berasal dari kebun pertanian organik,
  2. Pengendalian hama, penyakit, dan gulma tidak boleh menggunakan pestisida kimia sintetis, tetapi dilakukan dengan cara mekanik seperti hand picking, membuang bagian tanaman yang sakit, dan menggunakan pestisida nabati bila diperlukan, serta menjaga keseimbangan ekosistem,
  3. Penanganan pasca panen sesuai dengan persyaratan pasca panen pertanian organik.

(Disusun oleh: Diah Setyorini dan Husnain)

Leave a comment »

Penyuluhan di Pujiarjo

Penyuluhan

Pada tanggal 25 Oktober 2009, YABES yang bekerjasama dengan Agromania dan Evergreen mengadakan Penyuluhan di Desa Pujiarjo, Dampit. Penyuluhan kepada petani, terutama petani padi, jagung dan tebu. Penyuluhan tersebut terdiri atas satu team dengan tiga orang pembicara. YABES yang dipimpin oleh Ibu Christine Ivonnella, menggandeng Bapak Ibnu sebagai moderator dan Bapak Dr. Ir. Hariyadi, MP sebagai  pembicara materi “Pengembangan Methoda Padi IIRI (Indonesia Inovasi Ridho Ilahi)”, sedangkan Ibu Christine Ivonnella sebagai pembicara materi “Pupuk Organik”. Acara yang diselenggarakan pada pukul 14.00 WIB tersebut dihadiri sekitar 50 peserta dari kelompok tani desa setempat.

Hal yang melatarbelakangi kegiatan ini salah satunya yaitu sosialisasi atas program pemerintah yang menyatakan bahwa tahun 2010 produksi dan subsidi pupuk kimia akan di hentikan dan subsidi pupuk organik telah dimulai sejak pertengahan tahun 2009. Namun banyak petani  yang belum memahami sebabnya dan cara pemakaian pupuk organik yang benar dan bagaimana dapat menghasilkan panen yang lebih baik dalam kwantitas dan kwalitasnya, sehingga ditakutkan pertaian dan peternakan di Indonesia akan krisis. Menurut hasil riset Badan Pangan dunia, pada tahun 2013 akan terjadi krisis pangan dunia, maka badan pangan dunia meghimbau Indonesia untuk dapat meningkatkan hasil panen komuditas pangan supaya dapat menyediakan 50% kebutuhan pangan dunia.

Praktek Pembuatan Pupuk Organik

Di samping materi yang diberikan oleh tim penyuluh kepada para petani, praktek lapangan pun juga diberikan. Para petani diberikan arahan oleh Ibu Christine dalam pembuatan pupuk organik. Mulai dari bahan hingga proses pembuatannya. Kegiatan ini mendapat respon yang sangat baik, hal ini terlihat dari antusias warga dalam mengajukan pertanyaan yang berkaitan tentang pengolahan tanah, manfaat pupuk organik hingga proses pembuatan. Akan tetapi Ibu Christine memberi saran, petani hendaknya lebih fokus dalam pengolahan lahan dan perkembangan hasil panen. Untuk pupuk dan nutrisi, dapat diperoleh dari tim penyuluh dan apabila dikehendaki, di daerah tersebut dapat dibangun depo.

Leave a comment »

YABES

logo

Indonesia adalah negara Agraris , tetapi banyak lahan tanam yang rusak karena pemakaian pupuk kimia mengakibatkan hasil panen yang merosot yang terus menerus dalam kwantitas maupun kwalitasnya, oleh sebab itu pemerintah telah memutuskan dan memprogramkan sejak tahun 2005 untuk mensosialisasikan program Pertanian organik di seluruh Indonesia, dan pada tahun 2010 produksi dan subsidi pupuk kimia akan di hentikan dan subsidi pupuk organik telah dimulai sejak pertengahan tahun 2009.

Dengan kelangkahan pupuk kimia, banyak petani yang belum memahami sebabnya dan cara pemakaian pupuk organik yang benar dan bagaimana dapat menghasilkan panen yang lebih baik dalam kwantitas dan kwalitasnya.

Oleh karena itu, Yabes menggandeng para petani untuk dapat meningkatkan hasil panen dengan menggunakan pupuk dan nutrisi organik yang terjamin dan berkualitas ekspor. Tidak hanya itu, Yabes juga memberikan pelayanan dan pendampingan dalam proses serta memberikan info pasar bagi para petani dan peternak.

Produk dan jasa yang kami tawarkan:

  • Penyuluhan
  • Pendampingan
  • Kompos organik
  • Pupuk organik
  • Bio pestisida
  • Bibit padi unggul (hasil panen per ha 20 ton)
  • Sayur organik
  • Jamur tiram organik
  • Buah organik

Kami juga bekerjasama dengan Agromania & Evergreen

Kontak :

  • 089 7739 0069
  • 0815 5571 3077

Leave a comment »

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.